
Jika kau mengerti dengan ribuan kunang-kunang
Yang tak sadar mendiami hatimu
Kau pula akan tau
Pijarnya begitu kecil namun ramai
Dan itu yang menghiasi hujanku
Hujannya begitu keras
Hingga sang kunangpun meredup
Tapi biarlah jika Cuma satu kunang
Yang aku takutkan bukan kunangnya
Melainkan ribuan kunang-kunang
Kau bagai tempat yang sunyi
Bagai tempat byang tak dikebiri
Tak ada terali Tak ada ilusi yang basi
Semua takkan mati
Bagai pelangi merah kuning putih
Dan mewngapa Cuma 3 warna itu
Karna itu yang ada di otakku sekarang
Mengapa kau mulai mengerutkan matamu
Mengapa tidak kau lebarkan saja
Lapangkan saja semuanya
Agar tak ada lagi yang menghalangi lagi ribuan kunang-kunangku
Masuki dunia nyatamu
Betapa sulit kunangku masuk keduniamu
Sulit, sungguh sulit
Kucoba masuk lewat matamu
Kucoba masuk lawat nafas dari hidungmu
Kucoba masuk lewat nafas mulutmu
Dan kucoba masuk lewat pori2 kulitmu
Namun tak mampu ku melewatinya
Dan saat ku coba lewat jari kukumu
Yang hitam penuh kerak kotoran tanah
Dari itu aku masuk keduniamu
Akupun tak tau
Bahkan kunang-kunangku pun tak tau
Mungkin tuhan sengaja membiarkanku lwat jalan itu
Agar ku tau betapa hitamnya
Aku keduniamu
Dan akhirnya kunangku pun menyatu bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar